Rabu, 21 Maret 2012

Jangan Lelah Berorganisasi

Aku adalah orang yang paling tidak mampu mengatakan kata tidak. Setiap aku diajak orang, pasti kuturuti.

Di SMA, aku ikut 6 organisasi dan kuakui semuanya karena aku TERJERUMUS di dalamnya. Awalnya aku sungguh tidak mengerti apa tujuan ikut organisasi. Tapi ya karena sebab itu tadi, aku menuruti ajakan kakak kelas dan teman teman untuk masuk organisasi.

Teringat saat kelas 1 SMA. Saat itu adalah pemilihan ketua Majalah Aktivis, majalah sekolahku. Ada 2 orang kandidat ketua sebenarnya, tapi mereka mengundurkan diri semuanya. Tak tahu kenapa aku ditunjuk dan aku dengan ‘muka tak berdosa’ menyanggupi amanah itu. Amanah itulah yang menyebabkan aku ‘terjerumus’ lebih dalam ke dunia organisasi. Hidupku berubah, dulu aku adalah orang yang kupeeer sekali. Namun semenjak ikut organisasi, aku jadi sosok yang berbeda. Aku sendiri tak tahu kenapa. Tapi semua itu membawa perubahan yang sangat signifikan dan membanggakan paling tidak bagi diriku sendiri

Sewaktu kelas 2 SMA, aku sudah mengikuti banyak sekali organisasi hingga kadang sangat kewalahan membagi waktu ketika suatu even organisasi satu berjalan bersama dengan organisasi lain. Pernah aku menjadi Koordinator Sie Kegiatan Pesantren Kilat Pondok (Peskil), Jabatan yang sangat memegang  peran bagi pelaksanaan Peskil. Saat itu aku juga adalah Pasukan Paskibraka SMA, yang harus latihan hampir setiap hari waktu sore dan pagi. Dan merangkap Ketua Bidang Jurnalistik SMA ku, yang waktu itu sedang melakukan rekruitmen anggota.

Aku putuskan saat itu aku mengatur rekruitmen Jurnalistik dulu sehabis ashar hingga jam 15.30, karena pada jam itu aku harus latihan Paskibra. Dan jam 16.00 aku harus ke pondok untuk rapat besar Peskil yang dimana peranku tidak tergantikan di sana. Sehabis ashar, aku langsung meluncur ke Rekruitmen Jurnalistik dan memberi materi untuk adek kelas calon anggota. Namun baru 10 menit aku berbicara, ada seseorang memanggil, menyuruhku datang latihan Paskibra karena pelatih mengancam orang orang yang absen hari itu.

Setelah berpikir sejenak, aku putuskan memenuhi panggilan pelatih sebentar. Pikirku sekadar untuk absen, kemudian aku bisa kembali lagi mengisi acara Rekruitmen lagi. Aku menitipkan pada teman Jurnalistikku untuk memberi games hingga aku kembali. Akupun pergi menuju tempat latihan Paskibra.

Sampai disana, aku langsung ikut baris berbaris dan pengarahan. Aku tidak memperhatikan semuanya, pikiranku terfokus pada rapat Peskil di Pondok, aku teringat janjiku juga pada teman Jurnalistik ku.
Tapi setelah beberapa menit, tak kuduga, aku dan seluruh anggota Paskibra tidak boleh meninggalkan tempat, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 16.30. Kami di marahin habis habisan dan di hukum sangat berat. Semua itu membuatku tertekan fisik maupun mental. Ditambah janji janjiku pada teman Jurnalistik yang tidak terpenuhi dan juga janji pada Teman teman Peskil untuk rapat gagal. Hancur sudah pikiranku, terpecah pecah sana sini.

Jam 18.00 aku pulang ke Pondok dengan muka murung, kepala pening, dan badan hancur. Aku tak tahu apa yang harus ku katakan pada teman teman Peskil.

Sampai di pondok, aku bertemu salah satu anggota Peskil. Dia memberitahu, bahwa rapat tadi sangat kacau karena aku tak ada. Dan aku bisa menangkap semua isi pembicaraannya yang intinya menyalahkanku. Aku diam saja dan tambah shock. Lalu aku beranjak pergi menuju kamar.

Entah mengapa sampai di kamar, aku seperti tak sanggup lagi menahan beban di pundak dan pusing yang sangat menyiksa ini. Aku jatuh di kasur dan menangis. Menangis Menyesal. Menyesal mengapa aku tak dapat menyelesaikan semua tugas dengan baik. Menyesal mengapa aku tidak bisa membagi waktu dengan baik. Menyesal mengapa aku harus mengecewakan teman teman dan pelatihku.

Aku menangis terlungkup di kasur. Teman teman sekamarku pada awalnya tidak menyadari bahwa aku menangis. Namun mereka mengerti setelah melihat aku sesenggukan dan menemukan sebab mengapa aku berbuat demikian. Mereka lantas menghiburku dengan mengatakan semuanya baik baik saja. Tapi tetap saja aku merasa bersalah dan merasa begitu berat menanggung beban yang begitu banyak ini.

Mungkin kalian berfikir aku cengeng sekali. Tapi percayalah, berada dalam 3 posisi vital dalam satu waktu (lebih tepatnya 1 jam) itu bukanlah hal yang mudah. Otak anak SMA kelas 2 mana yang tahan? Setahuku belum ada.   

Saat Ujian Kenaikan Kelas 3, desain Majalah Aktivis yang saat itu adalah jatah adek kelas belum jadi. Padahal tinggal 2 minggu lagi deadline. Karena tidak ada tenaga desain grafis di angkatan adek kelasku, maka aku turun tangan mendesain majalah. Tiap selesai belajar untuk ujian besok, ku sempatkan mendesain barang 2-3 halaman. Kadang aku lembur hingga jam 1 malam, sehingga esok harinya sehabis mengerjakan ujian aku selalu tertidur. Kendala lain adalah saat di pondok, tidak boleh membawa laptop sehingga aku mesti sembunyi sembunyi ketika membuka laptop. Di pondok juga tidak ada hotspot sehingga sulit mencari referensi gambar dan artikel. Akhirnya tepat H-5 jadi juga semua design majalahnya dan siap di cetak.

Saat Kelas 3, siswa dituntut belajar terus menerus demi masa depan mereka, yaitu lulus UN dan Tembus SNMPTN. Fisik dan pikiran saat itu diforsir sekuat tenaga melakukan hal tersebut hingga kadang jenuh mendera, dan itu hanya bisa hilang dengan Refreshing.

Bagiku, Refreshing adalah saat dimana aku berorganisasi. Mungkin terkesan sombong bagimu, tapi aku merasakannya benar benar. Refreshingku, ya seperti itu. Teman teman ku yang organisator pun juga sependapat denganku.

Sore hari, aku dan teman teman selalu menyempatkan menjenguk adek adek kelas yang latihan pramuka dan lain lain. Namun lama lama guru guru memperhatikan kelakuan kami ini dan bertindak. Mereka melarang kami di sekolah setelah sholat ashar yang tentunya menghalangi hak kami untuk refreshing. Tapi tentunya bukan jiwa muda jika lekang begitu saja. Kami tetap nekat menjalani rutinitas ‘refreshing’ kami walaupun dengan sembunyi sembunyi. Tapi kami senang, sangat senang menjalaninya.


Sewaktu hari hari UAS, aku menjenguk adek adekku yang ikut lomba Pramuka. Sepulang UAS, aku dan teman teman menyempatkan waktu untuk berkunjung menjenguk lomba. Disana, ternyata kekurangan tenaga official dan kami, kelas 3 lah yang membantu mereka. Aku yang pernah menjadi kontingen lomba dulu, tentunya sangat iba dan memutuskan untuk menginap, walaupun besok masih UAS. Aku tidak takut. Aku belajar dahulu di masjid, menyendiri beberapa jam, setelh itu ikut berkumpul, bergabung lagi dengan adek-adek pramuka dan membantu sebisaku, sementara teman teman kelas 3 yang lain pulang dan belajar UAS.

Besok subuhnya, aku pulang mengendap endap ke pondok dan berhasil. Paginya, aku mengikuti UAS dengan Lancar.   

Semasa kuliah, aku juga ikut beberapa organisasi, BEM, Gerakan Mahasiswa Antinapza, dan IMM. Kuliahku padat, sebagai anak FK. Hari itu ada tugas tutorial, tugas Menghafal anatomi -pelajaran tersulit di FK-, tugas mengerjakan LKS anatomi, tugas skill lab, dan lain lain. Aku belum mengerjakan semuanya, padahal besok dikumpulkan.

Setelah pulang dari praktikum Anatomi, kira kira jam 6 sore, aku berencana langsung pulang dan mengerjakan semua tugas yang cukup membuat pusing ini. Namun, belum sempat beranjak dari parkiran motor aku dipanggil seseorang, ternyata ketua panitia kegiatan. Aku adalah sie pubdekdok di kegiatan itu. Dia memberiku tugas yang sangat banyak dan cukup menjengkelkan menurutku. Tapi sebagai seorang organisator aku menyadari, aku mempunyai amanah lain. Aku parkirkan lagi motorku dan mengerjakan tugas yang diberikannya padaku hingga pukul 9 malam. Akhirnya aku pulang dengan badan capek dan setumpuk tugas yang belum dikerjakan.

Semua itu adalah sedikit pengalaman ku dalam pahitnya berorganisasi, walaupun aku masih cupu dalam organisasi sekarang. Dari situ aku simpulkan, JADILAH ORANG YANG MENGAMBIL SETIAP KESEMPATAN. Karena kamu tidak akan pernah mendapatkannya lagi.

Aku akui, memang berat. Tapi kamu akan mendapatkan hal yang berharga bila setiap kesempatan yang ada kamu terima.

Sebagai contoh, sewaktu aku jadi ketua Aktivis itu, siapa yang tahu, bahwa aku belajar banyak berorganisasi dari situ. Aku bisa mengerti banyak hal tentang sekolah dan mengenal begitu banyak orang.

Sewaktu aku Keteteran karena 3 kegiatan sekaligus, siapa yang tahu, bahwa seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan perfect di akhir. Karena semenjak itu aku tahu cara membagi waktu agar tidak terjadi kesalahan yang berulang.

Sewaktu aku meluangkan waktu untuk membantu mendesain majalah Aktivis, siapa yang tahu bahwa Majalah itu menang Juara 3 Lomba Majalah Sekolah se Surakarta. Dan siapa tahu aku sampai sekarang menjadi tempat minta tolong teman temanku untuk membuat desain desain, entah itu baju, jaket, stiker, poster, pin, dll. Aku sekarang juga selalu dipercaya menjadi sie Pubdekdok di setiap kegiatan.

Sewaktu aku kelas 3 dan aku masih suka berorganisasi, siapa yang tahu, bahwa adik adik kelas ku mengenal ku dengan baik dan cukup menghormatiku. Mereka menjadi adik adik yang sangat luar biasa dalam menjalankan laju kepemimpinan organisasi disekolah dan membuat sekolah bangga. Akupun tidak keteteran belajar dan alhamdulillah aku masih bisa sedikit lebih baik dalam pelajaran ketimbang teman temanku, karena sewaktu berkumpul dengan teman teman dan berorganisasi, kami justru sering membahas pelajaran yang diberikan guru sehingga kami bisa mengerti apa yang belum bisa dimengerti anak anak lain.

Sewaktu UAS dan aku menginap di lomba Pramuka, siapa yang tahu, bahwa aku lulus dengan nilai yang memuaskan dan tidak ada satupun nilai yang memuakkan. Akupun bisa belajar pertunjukan seni pramuka yang ku terapkan di perpisahan kelas 3, yaitu ada sesi teater. Dan itu sukses, cukup menghibur.

Jadilah Organisator, karena itulah yang baik, walaupun bukan yang terbaik.

Ambillah setiap kesempatan yang sulit, karena dibalik kesulitan itu, kamu akan sempat memperbaiki dan mengembangkan diri. Kamu juga akan menemukan hasil yang manis setelah bersusah susah menelan pahitnya berjuang.

3 komentar: